Keamanan SiberNovember 6, 2026•5 min read

Ransomware UMKM Indonesia naik ke 4,01 persen: cara menguji cadangan data sebelum serangan datang

DESIGN • CODE • DEVELOP • MAINTAIN •↓

Kaspersky mencatat UMKM Indonesia yang jadi target ransomware naik dari 2,83 persen pada kuartal I 2025 ke 4,01 persen pada kuartal I 2026. Artikel ini merangkum angka itu, cara kerja pemerasan ganda, dan apa yang dikatakan Kaspersky, BSSN, dan CISA soal menguji cadangan data sebelum serangan datang.

KE

Digital illustration (AI-generated)

Key Takeaways

Kaspersky mencatat 4,01 persen UMKM Indonesia menjadi target ransomware pada kuartal I 2026, naik dari 2,83 persen setahun sebelumnya, sementara rata-rata Asia Tenggara naik dari 2,92 persen ke 3,51 persen. Angka itu hanya menangkap tahap akhir serangan, yaitu saat trojan enkripsi dipasang, sehingga skala sebenarnya lebih besar. Kelompok Clop menjadi yang paling aktif dengan 14,42 persen korban yang namanya dipublikasikan di situs kebocoran, dan sebagian besar operator kini memakai pemerasan ganda: berkas dienkripsi lalu data curian diancam dibocorkan. Kaspersky menganjurkan cadangan offline yang tidak bisa diutak-atik penyusup, dan panduan 3-2-1 menyebut tiga salinan data penting di dua media berbeda dengan satu salinan di luar lokasi usaha. Pada Juni 2024, ransomware Brain Cipher mengenkripsi Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya dan operatornya menyatakan tidak menyimpan cadangan data. BSSN mencatat sekitar 3,13 miliar potensi ancaman siber sampai Oktober 2026.

Jakarta, 14 Juli 2026, Kaspersky merilis laporan kuartal I 2026 tentang ransomware pada usaha kecil dan menengah di Asia Tenggara. Laporan itu mencatat 4,01 persen UMKM Indonesia menjadi target ransomware pada kuartal I 2026, naik dari 2,83 persen pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu termasuk yang paling tajam di regional Asia Tenggara, bersama India yang naik dari 3,18 persen ke 4,07 persen.

Di Asia Tenggara, 3,51 persen UMKM menjadi target pada kuartal I 2026, naik dari 2,92 persen setahun sebelumnya. Malaysia naik dari 2,09 persen ke 2,74 persen, sementara Singapura menjadi yang terendah di Asia Tenggara, naik dari 0,57 persen ke 0,69 persen. Filipina, Thailand, dan Vietnam justru turun sedikit. Kaspersky menilai angka yang bertahan dari tahun ke tahun, bukan selisih kenaikannya, adalah sinyal yang lebih menunjukkan ancaman itu menetap.

Angka-angka itu, menurut Kaspersky, belum menggambarkan skala sebenarnya. Metrik deteksi perusahaan itu hanya menangkap tahap akhir serangan, yaitu saat trojan enkripsi dipasang, sehingga penyusupan yang digagalkan lebih awal, saat akses awal, pengintaian, atau pergerakan lateral, tidak tercatat. Fedor Sinitsyn, pakar keamanan di Kaspersky, menilai pelaku ancaman terus mengubah taktiknya supaya selangkah di depan pengamanan yang ada, dan pemilik usaha kecil tidak bisa meremehkan rumitnya ancaman ransomware. Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, menambahkan penyerang kini melihat UMKM sebagai pintu masuk ke rantai pasok yang lebih luas, karena perusahaan-perusahaan itu sering tidak punya tim keamanan siber khusus atau program pembaruan perangkat yang menyeluruh.

Clop, pemerasan ganda, dan rantai pasok

Clop menjadi kelompok ransomware paling aktif pada kuartal I 2026, dengan 14,42 persen korban yang namanya dipublikasikan di situs kebocoran khusus, diikuti Qilin dengan 12,34 persen. Kelompok The Gentlemen, yang baru muncul pada Juli 2025, menempati posisi ketiga dengan peralatan pengintaian rakitan mereka dan kerja sama dengan perantara akses awal. Kaspersky mencatat sebagian besar operator ransomware modern kini memakai pemerasan ganda: berkas korban dienkripsi, lalu data yang sudah dicuri diancam akan dibocorkan. Pola itu, menurut perusahaan tersebut, menaikkan taruhan bagi UMKM yang mengira cadangan data saja sudah cukup.

Related service

Maintenance & Repair

Your system is already running — we keep it watched, maintained, and repaired, including your chatbots and AI workflows.

Free Consultation →

Baca juga: [Kebocoran data pelanggan menimpa 5,7 juta akun Fore](https://tamatech.id/insights/kebocoran-data-pelanggan-fore)

Survei keamanan siber Kaspersky yang dikutip cmnexus pada 16 Oktober 2026 menemukan 92 persen pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia mengalami insiden keamanan siber dalam setahun terakhir. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang dikutip media yang sama menyebut ransomware dan phishing terus mendominasi insiden digital di tanah air, dan 20 persen insiden siber pada UMKM dipicu pemakaian sistem operasi lawas atau aplikasi kasir bajakan yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan.

Cadangan data yang tidak pernah diuji

Kaspersky menaruh cadangan offline di daftar pertahanan yang dianjurkannya: salinan data yang tidak bisa diutak-atik penyusup, di samping pembaruan perangkat lunak, pemantauan lalu lintas keluar, peralatan deteksi ancaman lanjutan, dan rencana respons insiden yang mencakup serangan rantai pasok, termasuk langkah memutus pemasok dengan cepat. Aturan pencadangan 3-2-1 yang dipakai banyak panduan berbunyi tiga salinan data penting, di dua media berbeda, dengan satu salinan di luar lokasi usaha. Panduan CISA dan NIST yang dirangkum idekubagus menyebut uji pemulihan minimal sebulan sekali, sementara panduan praktis codeworks menyebut uji pemulihan tiap beberapa bulan. Dua angka itu berbeda, tetapi pesannya sama: cadangan yang belum pernah dipulihkan adalah harapan, bukan rencana.

Pelajaran itu pernah dibayar mahal di dalam negeri. Pada Juni 2024, ransomware Brain Cipher mengenkripsi Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya dan mengganggu layanan ratusan instansi pemerintah, termasuk imigrasi, dengan tebusan sekitar 8 juta dolar Amerika Serikat. Operator pusat data itu menyatakan tidak menyimpan cadangan data, sehingga pemulihan bergantung pada cadangan yang disimpan tiap instansi sendiri. Instansi yang punya cadangan sendiri pulih; banyak yang lain tidak.

ANTARA melaporkan BSSN mencatat sekitar 3,13 miliar potensi ancaman siber sampai Oktober 2026, atau sekitar 133 potensi ancaman per detik, dengan malware sebagai kategori dominan. Artikel satpamsiber yang merangkum laporan itu menyebut angka besar tersebut sebagai pengingat bahwa pembaruan, cadangan, dan respons cepat harus menjadi kebiasaan. Tamatech merancang layanan Maintenance & Repair untuk usaha kecil dengan pemeriksaan berkala atas sistem cadangan data: https://tamatech.id/services/maintenance-services.

Aturan main yang sudah berlaku

Pratama Persadha, Direktur Eksekutif Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menegaskan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi tidak harus diterjemahkan UMKM sebagai kewajiban membangun infrastruktur mahal. Menurut dia, yang dibutuhkan adalah disiplin tata kelola dan mitigasi, termasuk pemetaan data pelanggan dan pembatasan hak akses. Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi mewajibkan pemberitahuan tertulis kepada orang yang datanya terdampak dalam 3 x 24 jam bila data pribadi bocor, sehingga rencana respons perlu mencakup itu.

Perkembangan terbaru yang ditunggu adalah peringatan BSSN pada 19 Oktober 2026 soal ransomware berbasis kecerdasan buatan, yang menurut lembaga itu mengotomasi serangan dari pemindaian jaringan sampai enkripsi data. Enam langkah pencegahan yang dirilis lembaga itu mencakup pembaruan sistem, autentikasi multifaktor, pembatasan hak akses, pemantauan aktivitas sistem, cadangan offline, dan perlindungan endpoint.

Usaha kecil yang ingin memetakan satu alur datanya ke dalam cadangan, uji pemulihan, dan penanggung jawab bisa menceritakannya lewat Tanya Tama di situs ini.

TT
Tim TamatechWritten by the Tamatech team, Bandung.
( → ) Related Insights
( 05 ) Start a Project

Have an idea?
Let’s build it.

Tell us where your business wants to go. We will analyze, identify and craft the digital experience that gets you there.

Get Best Digital Experience →