Tips BisnisNovember 5, 2026•4 min read

Pabrik pintar UMKM: 30 koperasi mengadopsi otomasi produksi lewat program Korea-Indonesia

DESIGN • CODE • DEVELOP • MAINTAIN •↓

Program ODA Smart Factory Korea-Indonesia resmi ditutup di Jakarta pada 3 November 2026 setelah berjalan selama tiga tahun sejak 2023. Tiga puluh koperasi mengadopsi teknologi pabrik pintar melalui program tersebut; setelah penutupan, kontrak MES senilai 1,5 juta dolar Amerika Serikat ditandatangani dan wadah lanjutan AVITEK KUKM diluncurkan.

TI

Digital illustration (AI-generated)

Key Takeaways

Penutupan proyek ODA Smart Factory digelar di Jakarta, Selasa, 3 November 2026, dan dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Program tiga tahun sejak 2023 itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia, INNOBIZ Association dari Korea Selatan, dan Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Sebanyak 30 koperasi lokal mengadopsi teknologi pabrik pintar, dan Smart Factory Training Center (SFTC) didirikan di kampus BINUS Bekasi sebagai pusat pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan kompetensi manufaktur cerdas. Korea Selatan sendiri membangun sekitar 30.000 smart factory dalam satu dekade terakhir, menurut Yoon Sung Woong dari Kementerian UKM dan Startup Republik Korea. Rangkaian penutup pada September 2026 meliputi pelatihan 4 hari pada 14 sampai 17 September 2026 di BINUS Bekasi untuk 30 peserta dari 14 perusahaan dan koperasi, termasuk workshop pengolahan data menggunakan perangkat Orange 3. Media Korea Selatan melaporkan bahwa 134 tenaga ahli smart factory dilatih melalui program tersebut, dan perusahaan perangkat lunak Korea Selatan EMPOCUS menandatangani kontrak 2 tahun senilai 1,5 juta dolar Amerika Serikat untuk memasok sistem eksekusi manufaktur (MES) kepada PT Internex Indonesia. Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM (AVITEK KUKM) diluncurkan pada acara penutupan sebagai wadah lanjutan kerja sama.

Jakarta, Selasa, 3 November 2026, Kementerian Koperasi menutup proyek Official Development Assistance (ODA) Smart Factory di Jakarta. Proyek yang berjalan selama tiga tahun sejak 2023 itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia, INNOBIZ Association dari Korea Selatan, dan Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Sebanyak 30 koperasi domestik didampingi untuk mengadopsi teknologi smart factory, atau pabrik pintar, guna memodernisasi sistem produksi mereka agar mampu bersaing di era digitalisasi industri.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi kepada seluruh konsorsium pelaksana yang dinilai berhasil mentransfer teknologi manufaktur presisi ke sektor koperasi serta usaha kecil dan menengah. "Kementerian Koperasi sangat terbuka untuk memperluas kerja sama, khususnya dalam pemanfaatan teknologi, pengembangan smart factory dan smart farm, serta penguatan kapasitas kelembagaan koperasi kita," ujar Ferry saat menghadiri acara penutupan proyek di Jakarta, seperti dikutip TRT Indonesia. Ferry berharap inisiatif bilateral yang kini resmi ditutup itu dapat terus berlanjut melalui kemitraan baru di bidang teknologi dan peningkatan kapasitas koperasi.

Program itu berjalan di dua sisi. Kementerian Koperasi menjelaskan bahwa selain penerapan teknis, program tersebut menekankan pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi khusus. Sebagai bagian dari proyek ini, Smart Factory Training Center (SFTC) didirikan di kampus BINUS Bekasi. Pusat pelatihan itu berfungsi sebagai fasilitas pendidikan praktis, pelatihan langsung, serta pengembangan kompetensi di bidang manufaktur pintar. Fasilitas di kampus BINUS Bekasi juga menjadi laboratorium percontohan: pelaku usaha mencoba mesin industri yang terhubung di sana sebelum memasangnya di lini produksi masing-masing.

Yoon Sung Woong, Senior Deputy Director International Trade and Cooperation Division di Kementerian UKM dan Startup Republik Korea, menyebut Korea Selatan telah membangun sekitar 30.000 smart factory dalam 10 tahun terakhir sebagai bagian dari dorongan nasional untuk memodernisasi sektor UMKM di negaranya. Yoon menilai pelaksanaan program ODA di Indonesia bahkan melampaui ekspektasi, dengan 30 koperasi lokal berhasil mengadopsi teknologi sekaligus menghasilkan tenaga kerja yang profesional dan mandiri. INNOBIZ Association menaungi lebih dari 23.000 UMKM inovatif berbasis teknologi di Korea Selatan.

Dua angka 30 dalam liputan ini merujuk pada hal yang berbeda. Angka pertama adalah 30 koperasi penerima manfaat program selama 3 tahun. Angka kedua adalah 30 peserta pelatihan selama empat hari, dari 14 sampai 17 September 2026, di BINUS Bekasi, yang berasal dari 14 perusahaan dan koperasi. Pelatihan itu menjadi bagian dari rangkaian Korea-Indonesia Smart Factory Seminar di BINUS Bekasi, yang juga menggelar workshop bertajuk AI untuk Pengolahan Data: Smart Factory menggunakan Orange 3 dengan narasumber dari BINUS University, serta seminar yang diikuti oleh lebih dari 100 pelaku UKM dan perwakilan perusahaan. "Transformasi digital tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menerapkan teknologi secara nyata dalam proses bisnis," ujar Pengawas Ahli Utama Kementerian Koperasi, Daniel Asnur, dalam keterangan resminya, Jumat, 25 September 2026.

Related service

AI Automation

AI that takes over the repetitive work — chatbots, workflows and agents wired straight into your business.

Free Consultation →

Pelatihan, pusat latihan, dan wadah lanjutan

Penutupan proyek tidak mengakhiri kerja sama. Ferry membuka ruang untuk kemitraan lanjutan di bidang teknologi pabrik pintar, pertanian berbasis otomasi, serta penguatan kapasitas digital sumber daya manusia di koperasi. Perkembangan berikutnya yang dinantikan adalah kemitraan baru yang dijanjikan oleh Ferry.

Sesudah penutupan: kontrak, wadah, dan tenaga ahli

Di lokasi acara penutupan, perusahaan perangkat lunak Korea Selatan EMPOCUS menandatangani kontrak utama selama 2 tahun senilai 1,5 juta dolar Amerika Serikat untuk memasok sistem eksekusi manufaktur (MES) buatannya kepada perusahaan Indonesia, PT Internex Indonesia. Kontrak itu dilaporkan oleh media Korea Selatan m-i.kr pada 4 November 2026; laporan itu menjadi satu-satunya sumber mengenai nilai dan jangka waktu kontrak tersebut.

Pada hari yang sama, Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM (AVITEK KUKM) resmi diluncurkan, dengan Meliana, profesor BINUS University, sebagai ketua pertamanya. INNOBIZ menandatangani nota kerja sama dengan AVITEK untuk menyebarluaskan teknologi berkelanjutan. Peluncuran AVITEK juga dilaporkan oleh Seantero dan Face Indonesia.

Program ODA melatih 134 tenaga ahli smart factory melalui undangan pelatihan ke Korea Selatan dan pelatihan lokal, menurut laporan m-i.kr yang sama. Kementerian Koperasi menekankan pelatihan vokasi khusus sebagai bagian dari proyek, selain pendampingan teknis. Yoon menilai program itu mencetak tenaga kerja yang profesional dan mandiri.

SFTC di BINUS Bekasi dirancang sebagai laboratorium percontohan. Pelaku usaha mencoba mesin industri yang terhubung di sana sebelum memasangnya di lini produksi masing-masing, sehingga tempat latihan itu sudah termasuk dalam rancangan proyek sejak awal.

Tamatech merancang layanan AI Automation untuk usaha kecil dengan urutan yang sama: pencatatan produksi, uji coba di tempat latihan, lalu pemasangan teknologi: https://tamatech.id/services/ai-automation.

Usaha kecil yang ingin memetakan satu alur produksinya ke dalam catatan, uji coba, dan penanggung jawab dapat menceritakannya melalui Tanya Tama di situs ini.

TT
Tim TamatechWritten by the Tamatech team, Bandung.
( → ) Related Insights
( 05 ) Start a Project

Have an idea?
Let’s build it.

Tell us where your business wants to go. We will analyze, identify and craft the digital experience that gets you there.

Get Best Digital Experience →